Lombok Timur

Europe

GILI KONDO

Jika mendengar tentang destinasi wisata gili di Lombok, mungkin sebagian besar orang akan menyebut salah satu atau ketiga trio gili bersaudara di Lombok Utara, yakni Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Ini tidak mengherankan karena memang faktanya ketiga gili itu yang lebih dulu terkenal baik di kalangan wisatawan domestik atau mancanegara. Tapi justru disitulah letak keistimewaan dari Gili Kondo yang terletak di Selat Alas yang memisahkan Lombok dan Sumbawa. Secara administratif, Gili Kondo masuk ke wilayah Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Untuk sampai ke Gili Kondo, dari kota Mataram kamu harus menempuh perjalanan ke dermaga penyeberangan di Sambelia sejauh 86 Km yang ditempuh selama kurang lebih 2,5 jam. Kemudian kamu akan naik kapal penyeberangan ke Gili Kondo selama 20-30 menit. Tiket kapal menyebrang ke Gili Kondo hanya Rp 25.000 per orang. Meski perjalanan ke Gili Kondo nampak panjang dan memakan waktu, tapi ini masih bisa dibilang cukup simpel, mengingat masih banyaknya lokasi wisata di Indonesia yang membutuhkan waktu berjam-jam serta harus berkali-kali ganti kendaraan untuk sampai di lokasi.

Begitu sampai di Gili Kondo, kamu bisa langsung melihat ke arah barat. Nampak pulau Lombok berdiri dengan gagahnya dan Gunung Rinjani menjulang dengan segenap keindahan dan keagungannya. Apalagi saat matahari terbenam dan turun perlahan menghilang di balik Rinjani, semua kelelahan karena perjalanan panjangmu seketika itu juga hilang dan terbayarkan.

Jika di sebelah barat ada Pulau Lombok dan Gunung Rinjani, maka di sebelah timur ada gugusan Pulau Sumbawa Besar dan Kecil, di sebelah utara ada Gili Bedagan dan Gili Bidara yang juga tidak kalah cantiknya dengan Gili Kondo. Gili ini memiliki panjang garis pantai sekitar 1 Km saja. Konon, ketika air laut surut, kamu bisa berjalan kaki dari Gili Kondo ke Gili Bidara yang jaraknya hanya 500 meter. Sekali jalan, dua pulau tercapai deh !

Siapa sih yang tidak ingin merasakan memiliki pulau pribadi ?. Tapi tenang, kamu tidak perlu mengeluarkan uang miliaran untuk membeli pulau. Di Gili Kondo, sensasi itu bisa kamu dapatkan, mengapa ? karena pengunjung di Gili Kondo masih sangat sedikit. Pulau kecil dengan pantai yang indah dan sepi, private island banget kan. Buat kamu yang ingin menginap, ada satu penginapan yang dikelola untuk melayani wisatawan yang ingin menginap.

Bagaimana dengan snorkeling ? Wah, ini sih tempat yang sempurna. Di Gili Kondo, kamu tidak perlu menyelam terlalu dalam untuk menikmati keindahan taman bawah lautnya. Pada kedalaman 1-2 meter saja kamu sudah bisa melihat gugusan terumbu karang berwarna warni dan ikan-ikan yang berenang bebas di sekitarnya. Asik banget kan !

Last but not least, jika kamu berada pada waktu yang tepat, kamu bisa menjumpai fenomena unik yang disebut dengan “Gili Kapal”, apa itu ? ini adalah pulau kecil yang hanya akan muncul ketika air laut sedang surut, bentuknya seperti gundukan pasir yang luas, dan akan menghilang ketika air laut pasang. Itulah kenapa disebut sebuah fenomena.

GILI BIDARA

Gili Bidara adalah satu dari banyak gili yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Terletak di gugus lokasi yang berdampingan dengan Gili Kondo, Gili Bidara tidak banyak dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan, khususnya mancanegara. Untuk sampai di Gili Bidara, rutenya sama seperti jika kamu ingin berkunjung ke Gili Kondo. Jadi sebaiknya jika kamu berkunjung ke Gili Kondo, jangan lupa sekalian mampir ke Gili Bidara.

Gili cantik ini termasuk dalam jajaran pulau kecil yang tidak menyediakan penginapan. Hanya terdapat sebuah gazebo atau berugak untuk berteduh. Terlebih lagi tidak ada akomodasi apapun yang bisa kamu gunakan untuk berkeliling ke sekitar. Jadi, jika kamu ingin berkunjung kemari jangan lupa membawa perbekalan ataupun tenda jika ingin beristirahat. Alternatif lainnya, kamu bisa singgah di Gili Kondo jika ingin beristirahat di penginapan.

Sama halnya seperti di Gili Kondo, keindahan taman bawah laut di Gili Bidara juga tak kalah cantik. Keindahannya bisa langsung kamu nikmati hanya pada kedalaman 1-3 meter saja. Kehidupan bawah laut di Gili Bidara sungguh sangat mempesona, khususnya banyaknya ikan badut atau clown fish alias Nemo yang berenang bebas di antara warna-warni gugusan terumbu karang yang mempesona

GILI PETAGAN

Gili Petagan dikenal dengan sebutan Amazon nya Indonesia. Gili eksotis ini terletak di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dari kota Mataram untuk sampai ke Labuan Pandan untuk kemudian menyeberang ke Gili Petagan yang ditempuh selama 30 menit.

Uniknya, selama perjalanan penyeberangan, kamu akan menembus kawasan hutan mangrove yang rimbun dan menyejukkan mata. Karena rimbunnya hutan mangrove inilah yang menjadikan Gili Petagan mirip seperti di hutan Amazon. Kombinasi air sejernih kristal, hijaunya hutan mangrove, udara segar, suasana yang sunyi dan tenang serta langit biru cerah berhiaskan awan-awan putih tentunya adalah sesuatu yang siapa saja tidak akan bisa menolaknya. Karena air yang jernih di Gili Petagan, kita bahkan bisa melihat kawanan ikan-ikan yang mondar mandir di sekitar hutan mangrove.

Sekadar informasi, pengunjung bisa menyusuri Gili Petagan hanya ketika air laut sedang pasang, karena jika air laut surut maka kapal tidak dapat melintas. Setelah puas menyusuri hutan mangrove, bapak nelayan akan membawa kita melihat-lihat pulau-pulau kecil di sekitar . Gili Petagan ini juga bersebelahan dengan Gili Bidara dan Gili Kapal.

GILI KAPAL

“Si cantik yang datang dan pergi”, mungkin sebutan itu cocok disematkan pada destinasi wisata yang satu ini. Bagaimana tidak, memang kenyataannya demikian. Ya, Gili Kapal namanya, terletak di perairan selat Sumbawa bagian barat dan Pulau Lombok ini memang aneh tapi nyata. Mengapa dinamakan Gili Kapal ?, konon, dulunya gili kecil yang suka timbul dan tenggelam ini menyebabkan kapal-kapal yang melintasinya jadi kandas di daratan pasirnya saat air laut surut.

Ini adalah gundukan pasir yang membentuk pulau kecil yang termasuk dalam gugusan empat gili lainnya di Lombok Timur (Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara). Dikarenakan sifatnya yang suka datang dan pergi, wisatawan hanya mengenal tiga gili di sebelahnya.

Karena sifatnya yang tersembunyi dan hanya muncul di saat-saat tertentu, Gili Kapal cocok disebut surge yang tersembunyi. Disamping itu juga tidak begitu banyak wisatawan yang tahu tempat ini, bahkan jika dibuka di Peta Wisata Lombok pun belum tentu kamu mendapatkan informasi  yang jelas tentang Gili cantik ini.

Gili Kapal hanya ada disaat air laut sedang surut, yakni di pagi hari dan sore hari (tergantung bulan kunjungan). Momen terbaik adalah pada pagi hari, saat cahaya matahari meninggi, dimana birunya air laut dan view panorama sekelilingnya akan menambah kecantikan dan kesempurnaannya.

PANTAI PINK / PANTAI TANGSI

Selain mendapat julukan Pulau Seribu Masjid, Pulau Lombok juga memiliki julukan surganya pantai. Faktanya memang demikian, jika pantai berpasir putih sudah sangat familiar di telingamu, bagaimana dengan pantai dengan pasir berwarna merah jambu ? Wow…. Sungguh luar biasa bukan ?. Keindahan pesisir pantai di Pulau Lombok tersebar di seluruh kabupatennya. Pantai Tangsi atau lebih dikenal dengan nama Pantai Pink adalah satu destinasi wisata unik yang terletak di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Nama asli pantai ini adalah Pantai Tangsi, namun dikarenakan pasir pantainya yang berwarna pink, akhirnya orang-orang menyebutnya sebagai Pantai Pink. Secara geografis, lokasi Pantai Pink terletak hampir di ujung selatan Pulau Lombok. Membutuhkan waktu 2,5 jam dari pusat kota Mataram untuk sampai ke lokasi, jika dari Bandara Internasional Lombok memakan waktu 1,5 jam.

Untuk mencapai lokasi Pantai Pink bisa dibilang cukup sulit dikarenakan kondisi akses jalan yang masih berupa tanah dan butuh perbaikan. Tapi ada satu alternatif untuk mencapai Pantai Pink ini, yakni melalui Pelabuhan Tanjung Luar dengan menaiki kapal sewaan langsung menuju Pantai Pink. Apa keunikan Pantai Pink ? tentu saja yang utama adalah pasirnya yang berwarna pink, bagaimana bisa begitu ?

Pasir berwarna pink pada pantai ini terjadi karena pasir putihnya menyatu dengan butiran-butiran terumbu karang berwarna merah dan menjadi efek kemerahan setelah bercampur dengan air laut, ditambah lagi pantulan sinar matahari yang menyinari semakin memperkuat warna pink di pasir pantai ini.  Terumbu karang merah ini tumbuh di perairana dangkap di pantai ini dan terbawa ombak ke tepian.

Warna pink yang muncul pada pantai ini memiliki variasi tertentu bergantung pada waktu. Pada pagi hari warna pink yang terlihat berkisar antara 20-30 %, pada siang hari 50% dan pada sore hari menjadi semakin kuat antara 80-90%.

GILI PETELU

Terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Gili Petelu adalah gili yang lokasinya dekat dengan Pantai Pink. Nama Petelu berasal dari bahasa Sasak yang berarti “tiga”. Ini dikarenakan di gili ini terdapat tiga puncak bukit yang jika dilihat dari kejauhan mirip seperti gugusan pulau kecil.

Pulau ini sendiri tidak berpenghuni, hanya satwa liar seperti monyet yang mendiami pulau ini. Dikelilingi perairan jernih berwarna biru tosca dan pantai berpasir putih, Gili Petelu menawarkan keindahan alami yang memukau setiap mata yang memandang. Tak sampai di situ saja, kondisi kehidupan bawah lautnya juga sangat memesona siapa saja yang melihatnya, kamu bisa ber snorkeling sambil menjumpai beragam spesies biota laut seperti gurita, ikan badut, bintang laut dan gugusan terumbu karang berwarna-warni.

Ketika air laut sedang surut, maka akan terbuka jalan berpasir yang menghubungkan ntara Gili Petelu dan bukit kecil di dekatnya. Untuk berjalan mengelilingi pulau ini hanya dibutuhkan waktu sekitar 10-15 menit saja serta tidak ada fasilitas umum di pulau ini. Jika ingin berkunjung ke Gili Petelu, kamu bisa berkendara menuju Dermaga Tanjung Luar di Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur selama sekitar 1 jam dari kota Mataram.

Begitu kamu tiba di dermaga, kamu bisa menyewa kapal penyeberangan ke Gili Petelu yang ditempuh sekitar 30-45 menit. Satu kapal penyeberangan mampu menampung hingga 10 orang dengan tarif berkisar mulai Rp 450.000 hingga Rp 600.000 per kapal. Jadi sangat disarankan datang rame-rame atau berkelompok agar biaya bisa lebih ringan.

GILI GAMBIR

Gili lain yang masih berdekatan dengan Pantai Pink adalah Gili Gambir. Pulau kecil ini memiliki keanekaragaman ekosistem bawah laut yang memukau. Gili dengan kedalaman laut yang dangkal ini sangat memudahkan kamu yang suka ber snorkeling untuk menikmati gugusan terumbu karang cantik yang menyerupai akuarium alami yang cukup luas serta bercengkerama dengan berbagai jenis spesies ikan tropis yang hidup di ekosistem ini.

GILI MARINGKIK

Mulai dari utara, selatan, barat dan timur, deretan gili-gili yang mengelilingi Pulau Lombok ini seakan tak ada habisnya. Menjadi magnet bagi kita untuk tak berhenti berdecak kagum atas keindahan yang dimilikinya.

Gili Maringkik, adalah sebuah pulau kecil yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Pulau kecil yang dihuni nelayan ini terletak di Desa Ketapang Raya dan Desa Tanjung Luar pada bagian timur. Pulau kecil dengan luas hanya sekitar 6 Hektar ini memiliki kontur tanah yang tidak rata, jadi kamu jangan kaget jika berkunjung ke sini dan melihat rumah-rumah warga yang tidak beraturan dan saling berdesakan.

Di pulau ini kamu bisa melihat tebing-tebing eksotis yang berbatasan dengan air laut. Bahkan pada sebagian dari tebing-tebing ini terdapat semacam terowongan mini yang bisa dilewati air laut. Keunikan lain yang ada pada Gili Maringkik adalah munculnya gundukan pasir di permukaan laut ketika air laut sedang surut. Gundukan pasir ini bisa memanjang melintasi tengah laut, sehingga penduduk yang ada di Gili Maringkik bisa berjalan kaki menuju Gili Bembe di seberangnya.

Good To Know

Country

Bahamas

Visa Requirements

Visa in not needed for EU citizens. Everyone else need a visa.

Languages spoken

English

Currency used

Dolar

Area (km2)

470,000 km2
You don't have permission to register