Lombok Barat ( Sekotong)

Island Country

GILI LAYAR

Jika kita berbicara tentang gili-gili di Lombok, tentu bisa dipastikan di benak sebagian besar orang akan terlintas trio gili di Lombok Utara. Saking populernya trio gili itu sampai-sampai banyak penyedia jasa tur melayani transportasi langsung dari Bali ke Gili Trawangan tanpa singgah ke Lombok.

Namun faktanya ada banyak gili di Lombok yang juga tak kalah cantiknya dari trio gili di utara itu. Sebut saja Gili Layar yang terletak di Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pulau kecil seluas 55 hektar ini memiliki garis pantai dikelilingi hamparan pasir putih dan air yang jernih. Lokasinya yang berdekatan dengan Gili Gede dan Gili Rengit membuat pulau ini bisa dengan mudah diakses dengan naik boat dari Pelabuhan Tembowong atau Pelabuhan Tawun.

Pelabuhan tersebut terletak 62 Km dari Bandara Internasional Lombok dan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan untuk sampai di sana. Penyeberangan ke Gili Layar membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tenang saja, selama perjalanan di laut kamu tidak akan bosan karena sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan indah yang memanjakan mata seperti gugusan gili-gili di sekotong, perbukitannya serta perairan yang cenderung tenang, jadi perjalananmu sudah pasti nyaman.

Sesampainya di Gili Layar, kamu akan disambut hamparan pasir putih bersih dan perairan jernih dan tenang. Suasananya juga terbilang sepi, karena wisatawan yang datang ke sini bisa dibilang masih sedikit, berbeda dengan trio gili di utara yang lebih populer. Aktivitas snorkeling tentu sangat diwajibkan jika sudah berada di sini. Perairan yang tenang sungguh membuat aktivitas snorkeling menjadi semakin nyaman. Pada jarak 10 hingga 20 meter dari bibir pantai, kamu bisa melihat indahnya hamparan terumbu karang dan kerumunan ikan-ikan yang hidup di sekitarnya.

Selain snorkeling, kamu juga bisa mendaki bukit yang tidak terlalu tinggi yang ada di Gili Layar untuk menikmati panorama gili-gili di sekitarnya. Jika kamu ingin menginap di Gili Layar, satu-satunya akomodasi yang ada di Gili Layar adalah Beach Bungalow dengan tarif Rp 300.000 per malam, ada fasilitas Wifi gratis, restoran serta spot snorkeling yang berhadapan langsung dengan penginapan. Kamu bisa juga membawa tenda dan perlengkapan lainnya untuk berkemah di pinggir pantai.

GILI ASAHAN

Pada umumnya, mayoritas wisatawan baik lokal atau mancanegara akan menghabiskan waktu liburan mereka di Lombok dengan mengunjungi Trio Gili di Lombok Utara atau mendaki Gunung Rinjani. Namun tidak banyak yang tahu meskipun pulau Lombok ini luas wilayahnya terbilang kecil tapi menawarkan banyak tempat cantik tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi.

Contohnya adalah gili-gili yang ada di pesisir barat daya Pulau Lombok yang mana tidak hanya memiliki keindahan di darat tapi juga deretan spot snorkeling terbaik yang siap memanjakan mata. Salah satunya adalah Gili Asahan yang secara administrative terletak di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Untuk sampai ke Gili Asahan, dari Mataram kamu bisa langsung menempuh perjalanan darat sejauh 54 Km selama 1 jam menuju dermaga pelabuhan Tembowong di Sekotong, dan 1,5 – 2 jam dari Bandara Internasional Lombok, atau 40-60 menit dari pelabuhan Lembar. Kemudian kamu tinggal menyewa kapal yang akan mengantarmu menyeberang ke Gili Asahan. Tarifnya sekitar Rp 200 ribu per kapal yang bisa menampung 6 – 8 orang. Alternatif lainnya, kamu bisa memesan jasa tur yang sudah termasuk biaya sewa kapal, pemandu, dan peralatan snorkeling.

Ada beberapa spot snorkeling yang direkomendasikan di Gili Asahan, yakni di depan Pearl Beach Resort, di sekitar Eagle Rock, dan di Batu Belanda. Namun, dari tiga spot tersebut, spot yang terletak depan Pearl Beach Resort memiliki koral terbaik dan kaya akan biota laut. Sementara dua spot lainnya memiliki koral yang lebih sedikit dan jumlah ikan yang tak begitu banyak.

Sepuas snorkeling, kamu bisa melakukan kegiatan lainnya, seperti berenang dan bersantai di pinggir pantai, berjalan kaki menuju puncak bukitnya untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, atau bermain kayak di perairannya yang tenang.

Kalau ingin bermalam, ada beberapa akomodasi yang bisa dipilih seperti Pearl Beach Resort yang memiliki akses langsung ke spot snorkeling, ada pula Gili Asahan Eco Lodge & Restaurant, Avatar Raja Bungalow, Matahari Villas, dan Amahelia Luxury Resort.

GILI RENGIT

Pesona kehidupan bawah laut seringkali menjadi misteri yang seakan tak pernah berhenti mengajak kita untuk terus menjelajahi. Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu pilihan para penyelam domestik maupun mancanegara untuk menjelajahi pesona yang ada di dalamnya, salah satunya adalah di wilayah Sekotong di Lombok Barat.

Gugus gili-gili yang ada di wilayah ini seakan menjadi magnet bagi siapa saja yang datang ke Sekotong. Salah satunya adalah Gili Rengit. Untuk bisa sampai ke Gili Rengit, kamu harus menyeberang lewat Pelabuhan Tembowong di Pelangan, sekitar 61 Km dari kota Mataram dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Lokasinya tepat di samping pom bensin Pelangan. Sesampainya di Pelangan, ada sejumlah kapal yang siap mengantarkan kita ke gili-gili yang ada di sana.

Tarif boat ini berkisar antara 300 ribu’an untuk tujuan ke dua gili, yakni Gili Rengit dan Gili Layar. Lama penyeberangan ke Gili Rengit sekitar 10 menit. Pulau dengan luas wilayah 22 Hektar ini adalah pulau kosong alias tak berpenghuni, meski demikian pesona kehidupan bawah lautnya tidaklah kosong. Pepohonan yang ada di Gili Rengit juga cukup rimbun sehingga membuat pulau kecil ini semakin teduh dan tidak panas.

Di pulau ini juga terdapat toilet, dermaga dan tempat membersihkan diri setelah bermain di pantainya. spot snorkeling di Gili Rengit adalah yang paling indah daripada gili yang lainnya, kamu tidak perlu jauh-jauh ke tengah untuk melihat pemandangan indah bawah laut, di pinggir pantainya saja sudah banyak yang bisa dilihat. Karakter pasir di Gili Rengit mirip seperti yang ada di Tanjung Aan, yakni pasir seperti merica. Pada bagian lain dari pulau bahkan ada yang pasir yang berwarna merah jambu akibat banyaknya terumbu karang yang mati di sekitar pantai bagian itu.

GILI GOLENG

Pulau Lombok, meski wilayahnya tidak terlalu besar tapi menyimpan potensi keindahan alam yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyaknya gili-gili yang tersebar di sekitar Pulau Lombok adalah salah satu bukti keberadaan potensi dan keindahan tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi. Masih di wilayah Sekotong, Gili dengan luas wilayah hanya 5 Hektar ini secara administratif masuk ke wilayah Desa Batu Putih, Sekotong barat, Kabupaten Lombok Barat.

Perjalanan ke Gili Goleng ditempuh dalam  waktu sekitar 30 menit dari dermaga Tawun di Sekotong barat. Gili Goleng dikelilingi oleh hamparan pasir putih, air sebening kristal serta gugusan terumbu karang yang indah. Seperti halnya ciri khas perairan Sekotong yang lain, gelombang pantai di Gili Goleng ini juga sangat tenang, hampir seperti sebuah danau. Pada bagian tengah pulau juga terdapat padang savana yang indah serta bukit yang tidak terlalu tinggi, pepohonan di Gili Goleng juga terbilang rimbun sehingga membuatnya menjadi semakin teduh dan menenangkan.

Di Gili Goleng tidak ada penginapan atau fasilitas apapun, jadi murni adalah sebuah pulau kosong yang sunyi. Sangat cocok buat kamu yang ingin melepas penat menghindar dari hiruk pikuk kehidupan kota. Gili ini benar-benar memberikan nuansa private island atau pulau pribadi yang sesungguhnya, khususnya bagi mereka yang hobi berpetualang dan menyepi di alam bebas.

GILI SUDAK

Apakah kamu termasuk traveler yang tidak suka melihat keramaian ? apakah kamu ingin mengunjungi tempat yang cantik, tenang tapi tidak bertemu banyak orang ? Jika kamu berpikiran akan pergi ke Trio Gili di utara Lombok demi memenuhi hasratmu itu maka itu pilihan yang tidak tepat. Mengapa ? karena ketiga gili di utara itu sudah sangat terkenal sehingga sudah pasti kamu akan bertemu dengan banyak orang.

Tapi, jika kamu menjatuhkan pilihan pada trio gilinya Sekotong, maka itu adalah pilihan yang tepat. Trio gili milik Sekotong adalah Gili Nanggu, Gili Kedis dan Gili Sudak. Diantara ketiganya, yang terbesar adalah Gili Sudak. Pulau yang memiliki luas tak lebih dari 30 Hektar ini menjadi salah satu pilihan destinasi wisatawan domestik dan mancanegara saat berkunjung ke Sekotong. Karakteristik pantai yang bersih dan landau serta air sejernih kristal tentu akan memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.

Perjalanan menuju Gili Sudak juga tidak sulit, rute dapat ditempuh dari kota Mataram kurang lebih 40 Km perjalanan darat atau sekitar 2 jam perjalanan dengan tujuan ke Pelabuhan Tawun. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kapal sewaan yang memakan waktu sekitar 20 menit.

Gili Sudak seringkali dijadikan lokasi singgah bagi para pengunjung yang ingin melakukan pemberhentian untuk makan siang. Perairan di Gili Sudak benar-benar seperti kolam, tidak ada ombak dan sangat tenang, sehingga tidak afdol jika kamu tidak menceburkan diri ke pantai dan bersnorkeling menikmati keindahan serta keberagaman kehidupan bawah lautnya.

Buat kamu yang ingin menginap, tidak perlu khawatir, di Gili Sudak tersedia penginapan mulai dari rentang harga Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per malamnya. Sejumlah warung yang menjual mie instan, minuman, serta snack juga ada di pulau ini.

GILI KEDIS

Jika Gili Sudak adalah yang terbesar dari trio gili Sekotong, maka gili yang satu ini adalah yang paling mungil. Gili Kedis adalah tempat yang sempurnya bagi para pelancong yang sangat memuja suasana sepi. Bagaimana tidak, pulau mungil yang lebarnya hanya sebesar lapangan tenis ini memiliki luas hanya 3 hektar. Ini artinya, hanya dalam waktu 5 menit saja kamu sudah bisa mengelilingi Gili Kedis, sesuai dengan namanya, “Kedis” dalam bahasa Sasak artinya “kecil”.

Ada yang menyebut pulau ini sebagai “Pulau Romantis”, tidak mengherankan. Mengapa demikian ? jika kamu kebetulan datang mengunjungi pulau ini dan membawa drone, maka kamu akan mendapatkan jawabannya. Ya, jika dilihat dari ketinggian dan ketika airnya sedang surut akan nampak bahwa pulau ini berbentuk Hati.

Tentu saja dengan area sekecil itu tidak ada penginapan di Gili Kedis, bahkan toilet pun tidak ada, yang ada hanya sebuah berugak untuk bersantai. Berkemah di Gili Kedis adalah sesuatu yang luar biasa untuk dilakukan, meski kecil tapi ada beberapa pohon tinggi dan rindang yang tumbuh di Gili Kedis, lengkap dengan dua ayunan cantik. Sejauh mata memandang, air biru kristal dan terumbu karang yang bisa langsung kamu lihat sejauh 15 meter adalah keindahan yang akan menemanimu di pulau mungil ini.

Jarak Gili Kedis dan Gili Sudak bisa dibilang cukup dekat, kamu bahkan bisa menyeberang dari Gili Kedis ke Gili Sudak hanya dalam waktu 10 menit menggunakan kayak. Gili Kedis adalah wujud representasi para pemuja sepi yang mendambakan ketenangan jiwa dan hati.

GILI NANGGU

Jika keheningan dan ketenangan yang disuguhkan oleh Gili Sudak dan Gili Kedis membuatmu merasa kurang nyaman, maka Gili Nanggu dengan berbagai fasilitasnya akan sangat cocok untukmu. Selain keindahan alamnya yang tidak perlu dipertanyakan lagi, di Gili Nanggu juga terdapat penangkaran penyu, dan dibandingkan kedua gili saudaranya (Sudak dan Kedis), Gili Nanggu bisa dibilang yang paling ramai. Tapi seramai-ramainya Gili Nanggu tidak akan pernah seramai kerabatnya trio gili di utara itu. Jadi kamu masih bisa bercengkrama dengan alam dalam ketenangan.

Kamu bisa mengelilingi pulau ini dalam waktu 15 menit saja. Jika beruntung, kamu juga bisa ikut berpartisipasi dalam acara pelepasan penyu ke laut yang diselenggarakan oleh pihak pengelola. Gili Nanggu sangat menjaga ekosistem bawah lautnya, jadi jika kamu ber snorkeling ria bersama ikan-ikan yang ada di sana,kamu tidak diperbolehkan untuk memberi makan ikan, dikarenakan ini akan mengganggu rantai makanan biota-biota laut di sana.

Untuk memberi makan ikan, kamu harus melapor dulu ke pihak pengelola. Kemudian kamu akan diberikan makanan khusus ikan dengan membayar Rp 5.000. Secara geografis, gugusan ketiga gili sekotong ini terletak di wilayah Wallacea, ini adalah sebuah kawasan laboratorium alam dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, sebuah titik pertemuan berbagai organisme laut dari berbagai belahan dunia. Jadi kamu tidak usah heran ketika snorkeling’an di sini, kamu tidak akan berhenti terkagum-kagum atas keindahan kehidupan bawah lautnya.

PANTAI SENGGIGI

Berkunjung ke Lombok tentu wajib mengunjungi pantai-pantai cantik yang ada di pulau ini. Sebelum kamu mengunjungu pantai yang lokasinya jauh dari kota Mataram, alangkah baiknya terlebih dahulu kamu mengenal pantai-pantai yang ada di dekat kota Mataram. Salah satunya adalah Pantai Senggigi yang terletak di Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

Pantai yang membentang di Jl. Raya Senggigi sepanjang 10 Km ini berjarak sekitar 17 Km dari kota Mataram dan bisa ditempuh hanya dalam waktu 30 menit. Jika pantai-pantai yang jauh dari Mataram ada yang sebagian jalan aksesnya masih kurang bagus maka kamu tidak perlu khawatir soal itu. Karena jalur akses jalan menuju pantai Senggigi sudah beraspal, sepanjang perjalanan kamu akan disuguhkan pemandangan indah lautan dan pantai dari pinggir tebing. Harga tiket masuknya juga murah, hanya Rp 5.000 per orang.

Terdapat dua pintu masuk menuju pantai Senggigi, yang pertama adalah melalui sebuah gang yang cukup lebar yang terletak di samping Hotel Merumatta Senggigi. Pintu masuk yang kedua adalah melalui pasar seni Senggigi.

Area di pantai Senggigi juga sudah terdapat banyak fasilitas umum yang memadai, seperti hotel, penginapan, restoran, mini bar, persewaan alat snorkeling, kano, surfing, diving, toilet, musholla, warung yang menjual makanan dan minuman, serta kios yang menyediakan aneka souvenir serta pernak-pernik kerajinan tangan khas Lombok.

Pantai Senggigi memiliki garis pantai yang panjang, sebagian area bibir pantainya ada yang didominasi bebatuan, karang, dan hamparan pasir yang lembut. Air lautnya juga relatif tenang dan jernih, sehingga bisa terlihat jelas terumbu karang yang menghiasi dasarnya.

Selain melakukan snorkeling dan memancing di dermaga Senggigi, kamu juga bisa bermain Banana Boat dan menyewa Jet Ski yang disediakan oleh pihak hotel untuk menjelajah perairan pantai. Salah satu ciri khas pantai Senggigi yang tidak dimiliki pantai lain di Lombok adalah adanya Mercusuar di pantainya, serta lokasi pantai yang langsung menghadap ke Pulau Bali membuat panorama sunset di pantai ini menjadi semakin cantik saja, apalagi dengan ditambah latar belakang Gunung Agung di Bali yang menjadi pemanis keindahan pesona alam yang disajikan Pantai Senggigi.

Good To Know

Country

Bahamas

Visa Requirements

Visa in not needed for EU citizens. Everyone else need a visa.

Languages spoken

English

Currency used

Dolar

Area (km2)

470,000 km2
You don't have permission to register